MAKALAH REGISTER
DISUSUN OLEH
:
Nama : Muhamad Muhibin
Nim : 16552011022
UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA ALGHAZALI
TAHUN 2017
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Puji syukur saya panjatkan kehadirat
Allah SWT. yang telah senantiasa melimpahkan Rahmat dan Hidayahnya sehingga
kita semua dalam keadaan sehat walafiat dalam menjalankan aktifitas
sehari-hari, serta dengan kerido’anNya Makalah dengan judul “REGISTER” ini
dapat terselesaikan
Makalah ini merupakan salah satu tugas
mata kuliah Konsep Perangkat Keras di
program studi Teknik Informatika Fakultas Matematika dan Ilmu Komputer pada
Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali, selanjutnya saya mengucapkan terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Rahmat Arif, S.Kom selaku dosen
pembimbing mata kuliah dan kepada segenap pihak yang telah memberikan bimbingan
serta arahan selama penulisan.
Cilacap, 08 November
2017
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................1
DAFTAR ISI......................................................................................2
BAB I PENDAHULUAN...............................................................3
1.1 Latar Belakang.............................................................................3
1.2 Rumusan Masalah........................................................................3
1.3 Maksud dan Tujuan Penulisan.....................................................4
BAB II PEMBAHASAN................................................................5
2.1 Pengertian Register.......................................................................5
2.2 Fungsi Register.............................................................................8
2.3 Jenis Register................................................................................9
2.4 Golongan Register.......................................................................10
2.5 Penggunaan register-register pada SIC.......................................14
2.6 Ukuran Register..........................................................................15
BAB III PENUTUP......................................................................16
3.1 Kesimpulan.................................................................................16
3.2 Saran...........................................................................................16
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................17
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
pada
saat ini, teknologi semakin berkembang dengan sangat cepat dan semakin canggih.
Perkembangan teknologi ini pastinya sangat berkaitan dengan perkembangan teknologi
komputer, dimana teknologi komputer merupaka pendukung seluruh kegiatan aspek
manusia bahkan penggerak kemajuan teknologi informasi pada jaman sekarang ini,
dan tidak bisa dipungkiri bahwa ilmu elektronika sangat berpengaruh kepada
perkembangan teknologi komputer.
Di
dalam sebuah komputer tersebut terdapat sebuah komponen yang bernama register
dan berperan untuk menyimpan
data, alamat, kode instruksi dan bit status berbagai operasi mikroprosesor.
Prinsip dari register-register pada berbagai mikroprosesor adalah
sama, namun memiliki perbedaan dalam struktur registernya. Namun sadar atau
tidak banyak pengguna komputer yang sekarang sekedar hanya menggunakan kegunaan
komputer saja tidak untuk mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan cara kerja
komputer tersebut, oleh karena itu pada pembahasan kali ini kami bermaksud untuk
membahas salah satu komponen yaitu register yang terdapat pada komputer.
1.2 Rumusan
Masalah
ü Apakah itu Register ?
ü Apakah fungsi dari
Register ?
ü Apa saja jenis-jenis
Register ?
ü Ada berapa golongan
Register ?
ü Apa saja kegunaan
Register pada SIC ?
ü Terbagi dalam ukuran
berapakah Register ?
1.3 Maksud dan tujuan penulisan
Maksud dan Tujuan diadakannya penulisan
ini adalah untuk :
1. Sebagai bahan pembelajaran untuk lebih
mengenal apa itu register
2. Untuk lebih memahami salah satu materi
dari Pengantar Komputer dan TI
3. Untuk mengetahui fungsi-fungsi,
jenis-jenis, kegunaan, golongan dan ukuran pada register
4. Untuk memperdalam pengetahuan tentang
register dalam hal penerapannya
5. Sebagai bahan untuk penilaian yang
diberikan dosen pengajar
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian register
Register merupakan
simpanan kecil yang mempunyai kecepatan tinggi lebih cepat sekitar 5 sampai 10
kali dibandingkan dengan kecepatan perekaman atau pengambilan data di main
memory. Register digunakan untuk menyimpan instruksi dan data yang
sedang diproses oleh CPU, sedangkan instruksi-instruksi dan data lainnya yang
menunggu giliran untuk diproses masih disimpan di main memory.
Secara analog, register ini dapat
diibaratkan dengan ingatan otak bila anda melakukan pengolahan data secara
manual. Sehingga otak dapat diibaratkan sebagai CPU, yang berisi
ingatan-ingatan satuan kendali yang mengendalikan seluruh kegiatan tubuh dan
mempunyai tempat utnuk melakukan perhitungan dan perbandingan logika.
Program yang berisi kumpulan dari
instruksi-instruksi dan data diletakkan di main memory yang
diibaratkan sebagai sebuah meja. Anda mengerjakan program tersebut
dengan memproses satu persatu instruksi-instruksi yang ada di dalam mulai dari
instruksi yang pertama. Isntruksi ini anda baca dan diinginkan (instruksi yang
sedang diproses disimpan di register). Misalnya instruksi tersebut
berbunyi HITUNG C = A+B, maka anda membutuhkan data untuk nilai
A dan B yang masih ada di meja. Data tersebut anda baca dan masuk ke ingatan
anda (data yang sedang diproses disimpan di register), yaitu A bernilai 2 dan B
bernilai 3. Sekarang diingatan otak anda telah tersimpan suatu instruksi dan
nilai data A serta B, dengan demikian nilai dari C dapat anda hitung hasilnya,
yaitu sebesar 5. Hasil dari perhitungan ini perlu anda tuliskan kembali ke meja
(hasil pengolahan direkam kembali ke main memory). Setelah semua
instruksi selesai anda proses, kemungkinan program, data dan hasil pengolahan
ingin anda simpan secara permanen untuk keperluan dilain hari dan
dapat anda disimpan di filling cabinet. Simpanan luar komputer
(dibahas pada bab 9) diibaratkan sebagian filling cabinet. Jadi ada 3macam ingatan
yang dipergunakan didalam sistem komputer, yaitu sebegai berikut :
·
Register, dipergunakan untuk menyimpan instruksi
dan data yang sedang diproses.
·
Main memory, dipergunakan untuk menyimpan isntruksi
dan data yang akan diproses dan hasil dari pengolahan.
·
External memory (simpanan luar), dipergunakan
untuk menyimpan program dan data secara permanen.
Register yang berhubungan dengan
instruksi yang sedang diproses adalah instruction register dan program
counter. instruction register (IR) atau disebut juga program
register digunakan untuk menyimpan instruksi yang sedang
diproses. Program yang berisi kumpulan dari instruksi. Pertama kali ditempatkan
di main memory. Pemrosesan program dilakukan instruksi per
instruksi. Instruksi yang mendapat giliran untuk diproses, diambil dari main
memory dan disimpan diinstruction register (IR).
Program counter (PC) atau
disebut juga control counter atau instruction
counter adalah register yang digunakan untuk menyimpan
alamat (addres) lokasi dari main memory yang
berisi instruksi yang sedang diproses. Selama pemrosesan sebuah instruksi
selesai dilakukan, tidak ada waktu yang terbuang untuk mencari jejak dari
instruksi berikutnya yang akan diproses, karena alamat atau letak dari
instruksi tersebut sudah berada di program counter.
Register yang berhubungan dengan data
yang sedang diproses adalah general-purpose register. Untuk bebrapa
komputer general-purpouse register diberi simbol R0,R1,R2,……Rn
yang mempunyai kegunaan yang umum, seperti misalnya untuk menampung hasil
pengolahan (disebut dengan accumulator) untuk komputer IMB PC
yang menggunakan microprocessor intel 8088, mempunyai general purpose
register sebanyak 4 buah register, sebuah
digunakan untuk accumulator yaitu register yang
diberi nama AX register dan tiga buah yang lainnya
untuk operand register, yaitu, BX,CX,dan DX register.
Yang Operand register digunakan untuk menampung data atau operand yang
sedang dioprasikan. Accumulator adalah register yang digunakan
untuk menyimpan hasil dari operasi arithmatika dan oprasi logika yang dilakukan
oleh ALU.
Konsep penting yang
mempengaruhi kecepatan dari processor adalah ukuran
dari register istilah word size menggambarkan
ukuran dari operand register yang berkisar dari 8
sampai 64 bit. Misalnya operand register mempunyai wordsize 16
bit, maka processor tersebut disebut dengan 16-bit
processor, selanjutnya banyak yang menyebut komputernya sebagai komputer 16
bit. Sebagaimana contohnya adalah komputer IBM PC, yang mempergunakan microprocessor intel
8088 dengan wordsize 16 bit.
Register lainnya yang digunakan sebagai
jembatan antara CPU dengan main memory adalah memory
address register (MAR) dan memory data register (MDR). Register ini
yang dihubungkan dengan suatu jalur (disebut dengan bus) ke main
memory.
Memory dan data register digunakan untuk
menampung data atau instruksi hasil pengiriman dari main memory ke
CPU atau untuk menampung data yang akan direkam ke main memory dari
hasil pengolahn oleh CPU. Instruksi atau data yang diambil dari main
memorydikirim ke CPU lewat data bus, dan diterima terlebih
dahulu di memory data register, dan akan dipindahkan ke instructions
register bila berbentuk instruksi atau ke operand register bila
berbentuk data. Demikian juga bila hasil operasi yang ada di accumulator akan
direkamkan ke main memory, maka diletakkan terlebih dahulu ke memory
data register.
Sedangkan memory
address register digunakan untuk menampung alamat (address) data
atau instruksi di main memory yang akan diambil dan yang akan
direkamkan. Bila instruksi atau data akan diambil dari main
memory. Maka main memory harus diberitahu terlebih
dahulu letak alamat dari data atau instruksi tersebut di main
memory. Alamat tersebut diletakkan di memory address register oleh control
unit dan dikirimkan ke main memory lewat address
bus. Demikian juga bila hasil pengolahan akan direkamkan ke main
memory, maka main memory harus terlebih dahulu
diberitahu alamat perekaman dari data main memory. Control
unit akan meletakkan alamat tersebut di MAR dan dikirimkan ke main
memory lewat address bus.
Sebagai tambahan dari register, beberapa
CPU menggunakan suatu cache memory atau disebut juga
dengan scratch-pad memory atau high-speed bebih
efisien dan buffer atau buffer memory dengan
maksud supaya kerja dari CPU lebih efisien dan mengurangi waktu yang terbuang.
Tanpa cache memory, CPU akan menunggu sampai data atau instruksi
diterima dari main memory atau menunggu hasil pengolahan
selesai dikirim ke main memory baru proses selanjutnya bisa
dilakukan. Padahal proses dari main memory lebih lambat
dibandingkan dengan kecepatan register. Cache memory diletakkan
diantara CPU dengan main memory.
Cache memory harus lebih cepat
dari main memory dan mempunyai ukuran yang cukup besar, tetapi
tidak sebesar main memory. Sebenarnya cache memory tidak
diperlukan bilamana main memory dibuat secepat cache
memory, tetapi cara demikian tidaklah ekonomis. Dengan cache
memory, sejumlah blok informasi di main memory dipindahkan
ke cache memory dan selanjutnya CPU akan berhubungan
dengan cache memory.
2.2 Fungsi
Register
§ User Visibel Register
Register ini memungkinkan pemrograman bahasa mesin dan bahasa assembler meminimalkan refrensi main memory dengan cara mengoptimasi penggunaan register.
§ Control dan Status Register
Register ini digunakan oleh unit control untuk mengontrol operasi cpu dan oleh program sistem operasi untuk mengontrol eksekusi program.
§ User Visibel Register
Register ini memungkinkan pemrograman bahasa mesin dan bahasa assembler meminimalkan refrensi main memory dengan cara mengoptimasi penggunaan register.
§ Control dan Status Register
Register ini digunakan oleh unit control untuk mengontrol operasi cpu dan oleh program sistem operasi untuk mengontrol eksekusi program.
2.3 Jenis
Register
§ Program Counter (PC)
Merupakan register yang menunjuk ke instruksi berikutnya yang harus diambil dan dijalankan.
§ Instruction Register (IR)
Merupakan register yang menyimpan instruksi yang sedang dijalankan.
§ General Purpose Register
Merupakan register yang memiliki kegunaan umum yang berhubungan dengan data yang diproses.
§ Memory Data Regirter (MDR)
Merupakan register yang digunakan untuk menampung data atau instruksi hasil pengiriman dari memori utama ke CPU atau menampung data yang akan direkam ke memori utama dari hasil pengolahan CPU.
§ Memory Address Register (MAR)
Merupakan register yang digunakan untuk menampung alamat data atau instruksi pada memori utama yang akan diambil atau yang akan diletakkan.
Register terbagi menjadi beberapa kelas:
§ Register data, digunakan untuk menyimpan angka-angka dalam bilangan bulat (integer).
§ Register alamat, digunakan untuk menyimpan alamat-alamat memori dan juga untuk mengakses memori.
§ Program Counter (PC)
Merupakan register yang menunjuk ke instruksi berikutnya yang harus diambil dan dijalankan.
§ Instruction Register (IR)
Merupakan register yang menyimpan instruksi yang sedang dijalankan.
§ General Purpose Register
Merupakan register yang memiliki kegunaan umum yang berhubungan dengan data yang diproses.
§ Memory Data Regirter (MDR)
Merupakan register yang digunakan untuk menampung data atau instruksi hasil pengiriman dari memori utama ke CPU atau menampung data yang akan direkam ke memori utama dari hasil pengolahan CPU.
§ Memory Address Register (MAR)
Merupakan register yang digunakan untuk menampung alamat data atau instruksi pada memori utama yang akan diambil atau yang akan diletakkan.
Register terbagi menjadi beberapa kelas:
§ Register data, digunakan untuk menyimpan angka-angka dalam bilangan bulat (integer).
§ Register alamat, digunakan untuk menyimpan alamat-alamat memori dan juga untuk mengakses memori.
§ Register general purpose, yang dapat digunakan untuk menyimpan angka dan alamat secara sekaligus.
§ Register floating-point, yang digunakan untuk menyimpan angka-angka bilangan titik mengambang.
§ Register konstanta (constant register), yang digunakan untuk menyimpan angka-angka tetap yang hanya dapat dibaca (bersifat read-only), semacam phi, null, true, false dan lainnya.
§ Register vektor, yang digunakan untuk menyimpan hasil pemrosesan vektor yang dilakukan oleh prosesor SIMD.
§ Register special purpose yang dapat digunakan untuk menyimpan data internal prosesor, seperti halnya instruction pointer, stack pointer, dan status register.
§ Register yang spesifik terhadap model mesin (machine-specific register), dalam beberapa arsitektur tertentu, digunakan untuk menyimpan data atau pengaturan yang berkaitan dengan prosesor itu sendiri. Karena arti dari setiap register langsung dimasukkan ke dalam desain prosesor tertentu saja, mungkin register jenis ini tidak menjadi standar antara generasi prosesor.
2.4 Golongan Register
Register dapat dibagi dalam 5 golongan, yaitu:
1. General Purpose Register (Scratch-Pad Register)
General Purpose Register terdiri dari emapt buah (4) register yang mempunyai kemampuan 16 bit dan dapat dibagi menjadi Register Low dan High Bits yang masing-masing berkemampuan 8 bit.
§ AX (AH + AL) =
Accumulator Register
Register AX merupakan register aritmatik, karena register ini selalu dipakai dalam operasi penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.
Setiap register general purpose mempunyai Register Low dan Register High, maka untuk AX register low-nya adalah AL dan register high-nya adalah AH. Register AH merupakan tempat menaruh nilai service number untuk beberapa Interrupt tertentu.
§ BX (BH + BL) = Base Register
Register BX adalah salah satu dari dua register base Addressing Mode yang dapat mengambil atau menulis langsung dari/ke memori.
§ CX (CH + CL) = Counter Register
Register CX merupakan suatu counter untuk meletakkan jumlah lompatan pada Loop yang anda lakukan.
§ DX (DH + DL) = Data Register
Register DX mempunyai tiga tugas, yaitu:
o Membantu AX dalam proses perkalian dan pembagian, terutama perkalian dan pembagian 16 bit.
o DX merupakan register offset dari DS
o DX bertugas menunjukkan nomor port pada operasi port
Register AX merupakan register aritmatik, karena register ini selalu dipakai dalam operasi penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.
Setiap register general purpose mempunyai Register Low dan Register High, maka untuk AX register low-nya adalah AL dan register high-nya adalah AH. Register AH merupakan tempat menaruh nilai service number untuk beberapa Interrupt tertentu.
§ BX (BH + BL) = Base Register
Register BX adalah salah satu dari dua register base Addressing Mode yang dapat mengambil atau menulis langsung dari/ke memori.
§ CX (CH + CL) = Counter Register
Register CX merupakan suatu counter untuk meletakkan jumlah lompatan pada Loop yang anda lakukan.
§ DX (DH + DL) = Data Register
Register DX mempunyai tiga tugas, yaitu:
o Membantu AX dalam proses perkalian dan pembagian, terutama perkalian dan pembagian 16 bit.
o DX merupakan register offset dari DS
o DX bertugas menunjukkan nomor port pada operasi port
2. Segment Register
§ CS = Code Segment
Register
Tugas register CS yang penting adalah menunjukkan segment program berada. Pasangan register ini adalah register IP.
§ DS = Data Segment Register
Tugas register DS dan SS adalah menunjukkan segmen dari segment data dan segment stack. Pasangan dari register DS adalah DX.
§ SS = Stack Segment Register
Sedangkan pasangan register SS adalah SP.
§ ES = Extra Segment Register
Register ini tidak mempunyai tugas, namun berguna untuk pemrograman pada saat melakukan operasi ke segment lain.
Tugas register CS yang penting adalah menunjukkan segment program berada. Pasangan register ini adalah register IP.
§ DS = Data Segment Register
Tugas register DS dan SS adalah menunjukkan segmen dari segment data dan segment stack. Pasangan dari register DS adalah DX.
§ SS = Stack Segment Register
Sedangkan pasangan register SS adalah SP.
§ ES = Extra Segment Register
Register ini tidak mempunyai tugas, namun berguna untuk pemrograman pada saat melakukan operasi ke segment lain.
3. Pointer Register
Pointer Register bertugas untuk menyimpan offset dari relative address.
§ IP = Instruction Pointer Register
Pasangan register IP adalah register CS yang merupakan register terpenting untuk menunjukkan baris perintah program. Pada pertama program dijalankan register ini akan langsung menunjuk pada awal program.
§ SP = Stack Pointer Register
Pasangan register SP adalah register SS yang digunakan untuk operasi stack. Pada saat program pertama dijalankan register ini akan menunjuk pada byte terakhir stack.
§ BP = Base Pointer Register
Register BP mempunyai fungsi yang sama dengan register BX yaitu dapat menulis dan membaca ke atau dari memori secara langsung. Perbedaannya adalah BX menulis dan membaca dengan segment SS (Stack Segment). Register BP digunakan juga dalam komunikasi anatara bahasa komputer, seperti PASCAL dengan Assembler ataupun Turbo C dengan Assembler.
4. Index Register
Index Register terdiri dari dua register yaitu register DI dan SI, dimana kedua register ini merupakan register yang dipakai untuk melakukan Operasi String. Kedua register ini sering digunakan untuk menulis dan membaca ke atau dari memori seperti BX dan BP.
Pointer Register bertugas untuk menyimpan offset dari relative address.
§ IP = Instruction Pointer Register
Pasangan register IP adalah register CS yang merupakan register terpenting untuk menunjukkan baris perintah program. Pada pertama program dijalankan register ini akan langsung menunjuk pada awal program.
§ SP = Stack Pointer Register
Pasangan register SP adalah register SS yang digunakan untuk operasi stack. Pada saat program pertama dijalankan register ini akan menunjuk pada byte terakhir stack.
§ BP = Base Pointer Register
Register BP mempunyai fungsi yang sama dengan register BX yaitu dapat menulis dan membaca ke atau dari memori secara langsung. Perbedaannya adalah BX menulis dan membaca dengan segment SS (Stack Segment). Register BP digunakan juga dalam komunikasi anatara bahasa komputer, seperti PASCAL dengan Assembler ataupun Turbo C dengan Assembler.
4. Index Register
Index Register terdiri dari dua register yaitu register DI dan SI, dimana kedua register ini merupakan register yang dipakai untuk melakukan Operasi String. Kedua register ini sering digunakan untuk menulis dan membaca ke atau dari memori seperti BX dan BP.
§ SI = Source Index
Register
§ DI = Destination
Index Register
5. Flag RegisterX
Flag Bits :
§ O = Overflow Flag
§ D = Direction Flag
§ I = Interrupt Flag
§ T = Trap Flag
§ S = Sign Flag
§ Z = Zero Flag
§ A = Auxiliary Carry Flag
§ P = Parity Flag
§ C = Carry Flag
§ X = Reserved (kosong)
Flag register ini merupakan suatu komposisi register 16 bit dengan ketentuan seperti gambar diatas, dimana komposisi bitnya dapat mengecek apakah sesuatu berfungsi atau tidak.
Flag Bits :
§ O = Overflow Flag
§ D = Direction Flag
§ I = Interrupt Flag
§ T = Trap Flag
§ S = Sign Flag
§ Z = Zero Flag
§ A = Auxiliary Carry Flag
§ P = Parity Flag
§ C = Carry Flag
§ X = Reserved (kosong)
Flag register ini merupakan suatu komposisi register 16 bit dengan ketentuan seperti gambar diatas, dimana komposisi bitnya dapat mengecek apakah sesuatu berfungsi atau tidak.
Contoh :
Interrupt Flag mengecek apakah pada saat operasi Interupt sedang aktif atau tidak, bila tidak aktif, Interrupt tidak akan dijalankan.
Carry Flag mengecek apakah pada saat operasi terjadi kesalahan atau tidak.
Sign Flag menunjukkan apakah suatu bilangan bertanda atau tidak dan sebagainya.
Interrupt Flag mengecek apakah pada saat operasi Interupt sedang aktif atau tidak, bila tidak aktif, Interrupt tidak akan dijalankan.
Carry Flag mengecek apakah pada saat operasi terjadi kesalahan atau tidak.
Sign Flag menunjukkan apakah suatu bilangan bertanda atau tidak dan sebagainya.
2.5 Penggunaan
register-register pada SIC
Register A : register yang digunakan untuk proses perhitungan
Register X : register yang digunakan untuk mode pengalamatan berindex
Register PC : register yang menyimpan alamat instruksi berikutnya
Register L : register yang menyimpan alamat asal sebelum melakukan subroutines
Register IR : register yang menyimpan instruksi yang sedang dikerjakan
Register MBR : register yang digunakan untuk proses masukan atau keluaran data dari memori
Register MAR : register yang menyimpan alamat memori untuk proses pembacaan atau penulisan
Register SW: register yang berisi informasi status relative terhadap instruksi sebelumnya
Register C : register yang membangkitkan signal waktu t0, t1, t2, t2, t3
Register INT : register yang menentukan apakah signal interruo telah diterima
Register F : register yang digunakan dalam proses ‘siklus fetch’
Register E : register khusus yang digunakan dalam proses ‘siklus eksekusi’
Register S: register yang akan mengaktifkan register C
Register A : register yang digunakan untuk proses perhitungan
Register X : register yang digunakan untuk mode pengalamatan berindex
Register PC : register yang menyimpan alamat instruksi berikutnya
Register L : register yang menyimpan alamat asal sebelum melakukan subroutines
Register IR : register yang menyimpan instruksi yang sedang dikerjakan
Register MBR : register yang digunakan untuk proses masukan atau keluaran data dari memori
Register MAR : register yang menyimpan alamat memori untuk proses pembacaan atau penulisan
Register SW: register yang berisi informasi status relative terhadap instruksi sebelumnya
Register C : register yang membangkitkan signal waktu t0, t1, t2, t2, t3
Register INT : register yang menentukan apakah signal interruo telah diterima
Register F : register yang digunakan dalam proses ‘siklus fetch’
Register E : register khusus yang digunakan dalam proses ‘siklus eksekusi’
Register S: register yang akan mengaktifkan register C
2.6 Ukuran
Register
Tabel berikut berisi
ukuran register dan padanan prosesornya:
Register
|
Prosessor
|
4-bit
|
Intel 4004
|
8-bit
|
Intel 8080
|
16-bit
|
Intel
8086, Intel 8088, Intel 80286
|
32-bit
|
Intel
80386, Intel 80486, Intel Pentium Pro, Intel Pentium, Intel Pentium2, Intel
Pentium3, Intel Pentium4, Intel Celeron, Intel Xeon, AMD K5, AMD K6, AMD
Athlon, AMD Athlon MP, AMD Athlon XP, AMD Athlon4, AMD Duron, AMD Sempron
|
64-bit
|
Intel
Itanium, Intel Itanium2, Intel Xeon, Intel Core, Intel Core2, AMD Athlon64,
AMD Athlon X2, AMD Athlon FX, AMD Turion64, AMD TurionX2, AMD Sempron
|
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Dari bab yang telah dibahas sebelumnya dapat penulis simpulkan
bahwa : register merupakan simpanan kecil yang mempunyai kecepatan tinggi lebih cepat
sekitar 5 sampai 10 kali dibandingkan dengan kecepatan perekaman atau
pengambilan data, pada register berisi kumpulan dari instruksi instruksi dan
data diletakkan di main memory yang diibaratkan sebagai
sebuah meja. Anda mengerjakan program tersebut dengan memproses satu
persatu instruksi-instruksi yang ada di dalam mulai dari instruksi yang pertama
sampai dengan akhir
register
juga memiliki banyak fungsi salah satunya memungkinkan pemrograman bahasa mesin
dan mengontrol operasi cpu. Register juga terbagi dalam beberapa jenis dan
terbagi kedalam beberapa kelas seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, register
juga memiliki golongan yang terbagi menjadi 5, dimana disetiap golongan itu
memiliki peran masing-masing yang berbeda, penggunaan register juga
sangat dibutuhkan seperti untuk pemrosesan, penyimpanan, dan masih
banyak lagi, register juga memiliki beberapa fariasi ukuran, di setiap
ukurannya register membutuhkan prosessor yang berbeda.
3.2 SARAN
Penggunaan computer mungkin akan menjadi lebih baik jika dibarengi dengan
pengetahunan-pengetahuan umum tentang perangkat computer, seperti misalnya
register yang telah kita bahas sebelumnya, mungkin pembelajaran-pembelajaran
seperti itu harus selalu diterapkan agar pemanfaatan dan penggunaan computer
dapat terlaksana dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA
Hartono, Jogiyanto, Prof, Dr, M, B, A, Akt. 2005, Pengenalan Komputer,
Yogyakarta; ANDI

Tidak ada komentar:
Posting Komentar